Berkecamuk satu persatu
hawa dingin itu terus menerus
menggangguku,
mentertawakanku
membawaku ke jembatan penghampaan
Hampir diriku tak kuasa menahannya
Sekali ku ingin bangkit
ia melemparku
hingga tulangku remuk tak bersisa
Jogjakarta, akhir April 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar