Taubat
Kini hatiku hampa, gersangMerindukan keteduhan dari cahya Ilahi
Jiwaku yang telah terhempa
Dalam ketidak-berdayaanku
Pada sang materi kehidupan
Membawaku pada lembah kenistaan
Dalam kesunyian malam ini
Bersama sajadah dan tasbih
Kulantunkan ayat-ayat-MU
Memohon ampunan
Akan keangkuhan diriku pada-MU
Jogjakarta, 12 Oktober 2002
KHILAF
Aku tersentak...!ketika tubuh ini, terbaring kaku menjulur
berkawan debu-debu padang pasir
Mulutku tak bisa berucap satu kata pun
Hanya suara hatiku yang bicara
dengan kesedihan dan rintihan
akan sakitnya jiwa dan ragaku ini
Mataku terpejam lagi,
letih karna perjalanan dan panasnya padang pasir
Mulutku kering tak berair karna kedahagaan
Aku butuh akan cawan dan air suci...
tuk membasuh kedahagaanku
Dimana kafilah yang kan menolongku...?
Memberikan padaku segelas air suci
Kini diriku sudah tak tahan lagi
dengan keadaanku saat ini...
Ya Rabbi...
sungguh datangkanlah kafilah padaku
pada sesosok tubuh
yang terasing dilembah ketandusan ini
Sudah cukup siksa-MU padaku...
Ampunilah kekhilafan hamba-MU slama ini
Dan utuslah kafilah
untuk membawa diriku
kembali pada cahaya-MU
Jogjakarta, 21 Oktober 2002
Meretas Jalan Ilahi
Memandang dalam
kesucian bulan-MU
Aku bertasbih
dalam itikafku
tuk bertaqarrub pada-MU
Yaa Ilahi...
Jernihkanlah hidup hamba-MU ini
Dan bawalah hamba
pada cahya kemenangan
beserta kaum Muhammad
yang ma'ruf pada jalan-MU
Jogjakarta, 6 November 2002
Bisikan Gaib
Bayangbayang hitam
slalu menyapa
tatkala aku bersua dengan batin-ku
Mungkinkah...
ini pertanda akhir perjalananku?
Yang kian hari
serasa hampa
bak insan duduk sedih bermuka masam
Jogjakarta, 23 Januari 2003
Lantunan Tasbih
Terdengar syahdu
lantunan ayatayat Tuhan
pada langit malam yang benderang
di atas kampung perjuangan
Bermandikan cahya rembulan malam
dari pentasbihan gadis berkulit putih
Malaikat, deru angin malam tak hanya berpandang sepi
mereka pun tenggelam
bertasbih ke-hadirat Ilahi
Jogjakarta, 24 Februari 2003
Mencari Firman Ilahi
Acapkali ku berlari ke pantai
tak ada sambut yang ku dapat
Acapkali ku mengejar bukit
tak ada mudah yang ku dapat
Acapkali ku bercanda dengan bulan
tak ada senyum yang ku dapat
Acapkali ku berlari ke hutan
namun tak satu jua pun manusia menemani
Lalu, aku kembali ke pantai
mendengar canda gemuruh ombak, mencari firman Ilahi
Jogjakarta, pertengahan April 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar