Sastra Romansa I

Singa Mulia


Wahai singa mulia
Yang berada di singgasana
Ijinkanlah hamba
Memetik dara kecilmu

        Hormatku padamu
        Menjadi bukti kesungguhanku

        Jantung hatimu...
        Kan jadi bintang kehidupanku

Wahai singa bijaksana
Biarlah dirinya menjadi bianglalaku
Dan hidup dalam singgasana keabadian
Bersama indahnya cahya suci...

Jogjakarta, 22 Oktober 2002

Kebisuan Dalam Penantian

Ketika diri membisu
Diantara sekawanan insaninsan

Aku tertawa geli
Melihat kelakuan mereka

Waktu terus berjalan
Mengganggu penantianku
Tuk kembali pada gubukku

Mereka bak bayi
Yang butuh didikan sang ibu

Lagi, aku membisu...
Laksana batu ditengah
Bungabunga mekar

Jogjakarta, 4 November 2002

Nyanyian Sang Abang
 
Saat hati tak kuasa menahan rasa
ingin hati memilikinya

Namun waktu belum bicara
kapan ku mendapatkannya

Hati bimbang siapa menyangka
sang impian pun menyuka

Tapi belum ada keberanian dari jiwa
untuk mengungkapkannya

Duhai putri nirmala
tunggulah abang di negeri sana

Cirebon, 24 November 2002 

Gadis Impian

Kala rembulan mendampingi malam
menghiasi semesta penuh keceriaan

Aku disini berkawan dingin
terbayang sesosok gadis impianku

Senyum kecilnya
laksana bunga yang baru mekar
menambah keanggunan rona wajahnya
yang jernih nan suci

Duhai putri berbalut kain putih
kau jernih sesuai namamu

Dan kuyakin...
engkaulah gadis s'lama ini kucari

Jogjakarta, 27 Desember 2002

Senandung Cinta

Menggapai rahmat cinta
bersama desir pasir
menyelimuti jiwa dan raga
menggugah hati tuk bangkit
ungkapkan gejolak penuh asmara

Kan kugenggam  dirimu
dalam damai nan indahnya
senandung cintaku

Jogjakarta, 31 Desember 2002

Nasehat Semesta

Ditepian laut
ku bercanda pada semesta
berteman tarian riuh ombak
dan hembusan bayu yang lembut
membuatku bangkit, melangkah dan hadapi
tantangan gelombang yang telah kulalui dan kupijak

Dan kuyakin,
diriku...kan mendapatkannya

Jogjakarta, 23 Januari 2003

Kupu-Kupu Biru di Pembaringan

Mentari pagi menyambut lembut kupukupu biru
yang terbaring di atas dedaunan
berselimutkan periperi surgawi

Senyum kecilnya menjawab sang mentari

Kepakkan sayap yang selalu membawa sabda ketaman firdaus
kini...tak kuasa terbang melawan takdir Ilahi

dan matahari pun terbang tinggi
pejamkan mata kupukupu biru-ku
________________________

Kembali sang syamsu
bangunkan tubuh segarkan sendi

Sedang rembulan malam
menjemput dan membawa senyum
bagi kehidupan kupukupu biru
jernih nan suci

Jogjakarta, pertengahan Mei 2003

Kemanakah Engkau Melangkah?

Bila pelabuhan jiwa menyapa merdu
tubuh lunglaimu melayang ke khatulistiwa

Bila matahari datang bersinar menebar syair
dirimu berenang ketengah-tengah samudera

Ketika ku tanya dirimu tentang cinta
kau tampakkan senyum tak berasa
"Biarlah diriku seperti ini!" celotehmu padaku

Namun ku tak sudi
ruh suci-mu tenggelam di lautan candu

Masih adakag kasih dan cinta kawan?
Hingga kau rela menjadi budak bunga hatimu

Jogjakarta, 17 Maret 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar