Mentari pagi menyambut lembut kupukupu biru
yang terbaring di atas dedaunan
berselimutkan periperi surgawi
Senyum kecilnya menjawab sang mentari
Kepakkan sayap yang selalu membawa sabda ketaman firdaus
kini...tak kuasa terbang melawan takdir Ilahi
dan matahari pun terbang tinggi
pejamkan mata kupukupu biru-ku
______________________________
Kembali sang syamsu
bangunkan tubuh segarkan sendi
Sedang rembulan malam
menjemput dan membawa senyum
bagi kehidupan kupukupu biru
jernih nan suci
Jogjakarta, pertengahan Mei 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar