Arti Memilih
Menapaki jalan langit Tuhan...
Membasuh waktu dalam buih bertuan...
Menjejakkan langkah...
Mengepal awan...
Jakarta, 14 April 2011 pukul 22.19 Wib (Status Facebook)
Dawai Berbekas
Melepas kidung langit malam...
Berpendar cahaya bintang...
seusai tapaki selasar rindu, bermain, bercanda berkejaran waktu...
Aku disini bertasbih kepada-MU...
Jakarta, 18 April 2011 pukul 11.51 Wib (Status Facebook)
Perspektif
Angin malam (tak) datang dengan sendirinya...
Lalu...terdengar petikan dawai mengalun merdu sebaris sajak tersurat langgam kata
Tersirat makna sudut berbeda,
aku, kamu, dia, mereka...
Lilin berpendar sesukanya...
tak seterang konstan pijar lampu...
Aku tahu, aku cukup tahu...
Jakarta, 20 April 2011 pukul 01.41 Wib (Status Facebook)
Kebersamaan
Menyibak tabir, menelesik jejak, mengurai perlahan...
Aku tahu dan mengerti...
Maaf, live rather than at the time we need...
But, life is togetherness...
Jakarta, 21 April 2011 pukul 11.51 Wib (Status Facebook)
I Have a choice
Menapaki jalan langit Tuhan...
Membasuh waktu dalam buih bertuan...
Jejakkan langkah...
Mengepal awan, melepas busur, mengena sasaran...
Melepas kidung langit malam…
berpendar cahaya bintang...
Seusai tapaki selasar rindu, bermain, bercanda berkejaran waktu…
Aku disini bertasbih kepadaMU...
Oh…angin malam (tak) datang dg sendirinya...
lalu...terdengar petikan dawai mengalun merdu sebaris sajak tersurat langgam kata...
Tersirat makna sudut berbeda...
Aku, kamu, dia,mereka...
Lilin berpendar sesukannya tak seterang konstan pijar lampu...
Aku tahu, aku cukup tahu...
I have a choice....
Menyibak tabir, menelisik jejak, mengurai perlahan...
aku tahu dan mengerti...
Maaf, live rather than at the time we need...
But life is togetherness...
I have a choice...
Klepsidra menuntaskan dua tugasnya berulang-ulang, laiknya kisah ibnu Hajar…
dan bintang, bulan pun masih utuh...
I believe it…
I believe it, and I still have a choice…
Catatan :
Klepsidra adalah jenis jam yang menggunakan media mangkuk dan air, ditemukan di Negeri Mesir pada tahun 1904 dan berasal dari 1400 SM.
Jakarta, Jum'at/22 April 2011 pukul 10.52 Wib (Catatan Facebook)
Mentari pagi tak biasanya, malu
Membasuh waktu dalam buih bertuan...
Jejakkan langkah...
Mengepal awan, melepas busur, mengena sasaran...
Melepas kidung langit malam…
berpendar cahaya bintang...
Seusai tapaki selasar rindu, bermain, bercanda berkejaran waktu…
Aku disini bertasbih kepadaMU...
Oh…angin malam (tak) datang dg sendirinya...
lalu...terdengar petikan dawai mengalun merdu sebaris sajak tersurat langgam kata...
Tersirat makna sudut berbeda...
Aku, kamu, dia,mereka...
Lilin berpendar sesukannya tak seterang konstan pijar lampu...
Aku tahu, aku cukup tahu...
I have a choice....
Menyibak tabir, menelisik jejak, mengurai perlahan...
aku tahu dan mengerti...
Maaf, live rather than at the time we need...
But life is togetherness...
I have a choice...
Klepsidra menuntaskan dua tugasnya berulang-ulang, laiknya kisah ibnu Hajar…
dan bintang, bulan pun masih utuh...
I believe it…
I believe it, and I still have a choice…
Catatan :
Klepsidra adalah jenis jam yang menggunakan media mangkuk dan air, ditemukan di Negeri Mesir pada tahun 1904 dan berasal dari 1400 SM.
Jakarta, Jum'at/22 April 2011 pukul 10.52 Wib (Catatan Facebook)
Tentang Realitas
Mentari pagi tak biasanya, malu
Jakarta, 24 April 2011 pukul 10.48 Wib (Status Facebook)
Jakarta, 24 April 2011 pukul 21.08 Wib (Status Facebook)
Pena ini membawa diriku menulis walau sebaris senja, menaruhnya pada pelukan jelaga malam, merajutnya bagai tilam sutra yang tersamar derasnya hujan...
Aku terdiam bersanding secarik kertas, menyaru kumpulan awan laksana delta di tengah lautan; lalu jemariku menyanyi tenggelam selaksa makna...
Di goresan wajah, aku menyaksikan lukisan alam; pantai dan pepohonan hijau nan rindang, terkelabat merah saga di ufuk langit fatamorgana
Aku kembali duduk di altar istana, lalu mengantarkan sesembahan amor dan venus; mengingatkanku pada pemujaan di luar Gerbang Collina...
Kini, bila ku mau...kan ku tulis siluet merah pancar cahaya mata, agar ku jadikan unggun dalam keanggunan kata
Aku terdiam disini, mengerahkan aksara, membuka tabir, memecah gemuruh ombak yang menghantam dinding bebatuan...menyanyikannya dalam pilihan alunan nada bebasku...lalu menjadi untaian doa pada Nya...
___<<<___________>>>___
Goresan ini aku buat di diinginnya dini hari...
Sajak sederhana DKCKB, barangkali bisa menjadi wejangan bagi siapa pun...
Berikan kebaikan, 'kebaikan' dan pada masanya kebaikan, 'kebaikan' lebih...
Tetap senyum dan semangat arunginya...chayo2... ^_^
Jakarta, 26 April 2011, Pukul 01.30 Wib. Diposting di Catatan Facebook 26 April 2011 pukul 02:17 Wib.
Seroja Rasa
Jakarta, 24 April 2011 pukul 21.08 Wib (Status Facebook)
Desiran Kidung Candra Kirana Buana
Pena ini membawa diriku menulis walau sebaris senja, menaruhnya pada pelukan jelaga malam, merajutnya bagai tilam sutra yang tersamar derasnya hujan...
Aku terdiam bersanding secarik kertas, menyaru kumpulan awan laksana delta di tengah lautan; lalu jemariku menyanyi tenggelam selaksa makna...
Di goresan wajah, aku menyaksikan lukisan alam; pantai dan pepohonan hijau nan rindang, terkelabat merah saga di ufuk langit fatamorgana
Aku kembali duduk di altar istana, lalu mengantarkan sesembahan amor dan venus; mengingatkanku pada pemujaan di luar Gerbang Collina...
Kini, bila ku mau...kan ku tulis siluet merah pancar cahaya mata, agar ku jadikan unggun dalam keanggunan kata
Aku terdiam disini, mengerahkan aksara, membuka tabir, memecah gemuruh ombak yang menghantam dinding bebatuan...menyanyikannya dalam pilihan alunan nada bebasku...lalu menjadi untaian doa pada Nya...
___<<<___________>>>___
Goresan ini aku buat di diinginnya dini hari...
Sajak sederhana DKCKB, barangkali bisa menjadi wejangan bagi siapa pun...
Berikan kebaikan, 'kebaikan' dan pada masanya kebaikan, 'kebaikan' lebih...
Tetap senyum dan semangat arunginya...chayo2... ^_^
Jakarta, 26 April 2011, Pukul 01.30 Wib. Diposting di Catatan Facebook 26 April 2011 pukul 02:17 Wib.
To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar